Dalam kegiatan rangkaian acara diesnatalis STMIK Sumedang tahun 2021, SEMA STMIK Sumedang bersama dengan ormawa serta pihak kampus kembali mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini kegiatan pengabdian masyarakat akan diisi dengan berbagai macam workshop dengan topik beragam mengenai teknologi informasi tentunya. Sasaran  dari kegiatan ini adalah sekolah-sekolah menengah atas yang berada pada lingkup kabupaten Sumedang. Selain bertujuan untuk mengenalkan STMIK Sumedang kepada masyarakat khususnya pada ranah Pendidikan menengah, kegiatan ini bertujuan untuk membagikan dan mengenalkan berbagai macam pengetahuan mengenai teknologi yang dikemas dalam bentuk pelatihan, workshop maupun seminar kepada masyarakat.

Rabu (17/02/21) dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang pertama yang dilaksanakan di SMK Al-Makmun Sumedang yang berlokasi di kecamatan Tanjung Kerta, Sumedang. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini mengusung tema kegiatan “Pelatihan Pembuatan Media Bahan Ajar Harian Interaktif Bagi Para Guru”. Tema tersebut dipilih tidak lain karena kegiatan belajar mengajar yang saat ini berlangsung masih dengan system dan konsep daring akibat pandemic COVID-19. Kegiatan pelatihan tersebut diisi oleh pemateri dari dosen STMIK Sumedang, yaitu Irfan Fadil, M.Kom.

Pelatihan diawali engan evaluasi kegiatan perkuliahan daring di STMIK Sumedang, lalu dilanjutkan dengan memaparan mengenai media dan sarana yang interaktif untuk kegiatan belajar mengajar khususnya untuk siswa tingkat menengah. Pelatihan ini diikuti oleh para guru dari SMK Al-Ma’mun Sumedang. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi jalan keluar dan solusi dari banyak masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh tenaga pengajar selama KBM daring berlangsung. Menurut pemateri, Irfan Fadil, beliau menuturkan dari sisi pengajar sebagai dosen juga ditemukan kesulitan selama menjalankan KBM daring, diantaranya kesulitan menentukan tujuan dan standar capaian yang harus dicapau oleh mahasiswa, berbeda dengan saat KBM tatap muka seperti biasa. Hal senada diungkapkan oleh salah satu perserta pelatihan yaitu Erna yang mengajar pelajaran bahasa inggris beliau menuturkan, kesulitan yang dihadapi guru selama KBM itu memang ada, salah satunya bagaimana supaya peserta didik merasa tertarik dan termotivasi untuk mengikut pelajaran tanpa fokusnya terbagi dengan hal lain karena proses belajarnya yang menggunakan telpon seluler atau Laptop. Jika mahasiswa sudah terbiasa dituntut untuk mencari referensi dan pemahaman lain mengenai materi yang disampaikan oleh dosen, berbeda denga siswa menengah.

Hal tersebut juga yang membuat beliau merasa sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan ini. Beliau menuturkan pelatihan yang diadakan oleh STMIK Sumedang sangat membantu dan memberikan beberapa inspirasi dan pengetahuan yang bisa diterapkan untuk mengemas kegiatan KMB daring yang lebih menarik dan interaktif untuk siswa-siswanya. Sehingga rasa jenuh, bosen dan ketidaktertarikan siswa dalam belajar dapat diminimalisir dengan memanfaatkan media pembelajaran yang lebih menarik dan interkatif. Media yang dikenalkan adalah platform quizizz. Platform ini adalah salah satu platform yang biasa digunakan untuk melakukan evalusi belajar karena cara kerja dari aplikasi ini seperti game permainan untuk mengisi soal yang dikemas dengan sangat menarik yang dapat membuat siswa rasanya tidak sedang ujian melainkan sedang berlomba untuk mengisi soal yang diberikan agar dapat meraih posisi pertama dalam game.

Dalam era teknologi yang terus berkembang, ditamabah situasi pandemic yang belum berakhir, penggunakan teknologi untuk aspek apapun termasuk dalam aspek Pendidikan menjadi solusi jitu yang mau tidak mau harus diikuti oleh siapapun saat ini. Jika berbicara mengenai adaptasi mungkin bukan sesuatu yang mudah, seperti yang disampaikan oleh Irpan Fadil sebagai pemateri. “Itu sebernarnya sesuatu yang sedikit harus dibuat wajib ya, mau enggak mau harus dibiasakan, makanya yang harus diubah itu mungkin pola pikirnya, kan udah mahasiswa udah dewasa masa sulit untuk mengikuti perkembangan teknologi, mungkin untuk siswa SMA sedikit berbeda karena pola pikirnya belum sampai kesana, tapi untuk mahasiswa mengubah pola pikir untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi apalagi berkaitan dengan pendidikan itu sesuatu yang harus sedikit diwajibkan” tutur beliau. Memang pada situasi sekarang dengan pembatasan interaksi, solusi yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi adalah jawaban yang tepat, sehingga mau tidak mau teknologi akan terus berada dekat dalam segala aspek kehidupan. Dengan adanya kegiatan pelatiahan ini juga diharapkan dapat menjadi sebuah penelitian tentang bagaimana formula yang tepat dan cocok untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah mengingat teknologi yang terus berkembang dan pandemic yang belum juga berakhir. Oleh karena itu manfaatkan teknologi dengan maksimal sebelum kita dimanfaatkan oleh teknologi, jadilah insan-insan yang cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi.  (Siti Nurhayati-STMIK Radio)

 

506 x dilihat
0 0 votes
Article Rating
 

Tags: , ,