Pernahkah Anda melihat seorang anak Balita yang memainkan aplikasi pada sebuah gadget (gawai) atau pada personal computer. Balita tersebut terlihat sudah mahir menjalankan berbagai aplikasi pada gadget atau PC tanpa bantuan seorang Tutor disampingnya walaupun Balita tersebut belum bisa membaca.

Atau contoh lain, ketika kita membeli sebuah barang elektronik contoh Handphone, apakah kita pernah menyempatkan waktu untuk membaca manual book Handphone tersebut? Saya rasa tidak. Kita dengan setengah tergesa-gesa untuk segera mencoba Handphone tersebut tanpa membaca manual booknya.

Penerapan easy to use dan user friendly pada sebuah perangkat teknologi informasi sudah tidak diragukan lagi. Kebiasaan user menggunakan berbagai perangkat apapun yang sudah hadir pada perkembangan teknologi informasi saat ini tidak mengharuskan user untuk belajar terlebih dahulu bagaimana cara memakainya. Karena semua perangkat khususnya pada teknologi informasi sudah mudah digunakan dan dibuat untuk pengguna yang sudah terbiasa menggunakannya.

Para produsen perangkat teknologi informasi yang hadir di Indonesia khususnya perangkat yang menyertakan keyboard, biasanya menggunakan keyboard QWERTY. QWERTY sudah dikenal oleh kebanyakan orang Indonesia dan sangat familiar dalam menggunakannya. Bisa dibayangkan apabila ada salah satu produsen perangkat teknologi informasi menyertakan keyboard yang bukan QWERTY contohnya DVORAK dalam produknya, mungkin tidak akan banyak dibeli oleh pengguna di Indonesia, karena diharuskan belajar dulu “menghapal” letak tombol-tombol DVORAK tersebut. Sebetulnya tombol QWERTY cocok untuk orang kidal, apalagi di Indonesia hurufyang banyak ditekan tombolnya adalah huruf A (kalau aturan dalam mengetik sepuluh jari berada dibawah “tanggungjawab”tangan kiri). Hal tersebut tidak menjadi masalah karena kita kadung user friendly dengan QWERTY.

Penyempurnaan suatu produk untuk sampai pada tahap diterima atau tidak oleh pengguna memerlukan waktu yang lama[1].Nielsen [2-7], pengukuran kegunaan suatu produk bisa dengan mudah dilakukan dengan dua pilihan, yakni “mengerikan” dan baik. Desain yang dibangun dengan waktu yang singkat akan terus diperbaiki sampai yang membangun dan yang menggunakan bisa menerima produk tersebut. Banyak penelitian yang lebih fokus kepada objek mengenai kegunaan suatu produk [8-11]dan menjadi suatu hal baru apabila beberapa penelitian bisa lebih fokus kepada peggunanya [12].

Bisa disimpulkan, bahwa untuk mendapatkan suatu produk yang bisa diterima oleh pengguna diperlukan pengukuran dari sisi kesiapan [12], apakah produk tersebut sudah siap untuk digunakan dengan melihat dari sisi kegunaan, diantaranya adalah apakah produk tersebut sudah dikategorikan “mencapai” easy to usedan user friendly.

 

References:

[1]     S. Firmenich, A. Garrido, J. Grigera, J. M. Rivero, and G. Rossi, “Usability improvement through A/B   testing and refactoring,” Software Quality Journal, pp. 1-38, 2018.

[2]     J. Nielsen, “Usability Metrics (2001),” ed, 2017.

[3]     J. Nielsen, “Severity Ratings for Usability Problems. Nielsen Norman Group,” ed, 2017.

[4]     J. Nielsen, “How many test users in a usability study,” Nielsen Norman Group, vol. 4, 2012.

[5]     J. Nielsen, “Usability 101 : Introduction to Usability Why Usability is Important How to Improve Usability,” Focus, pp. 1-4, 2006.

[6]     J. Nielsen, “Usability metrics: Tracking interface improvements,” Ieee Software, vol. 13, p. 12, 1996.

[7]     J. Nielsen, “Usability Engineering,” 1993.

[8]     I. Poltronieri Rodrigues, M. de Borba Campos, and A. F. Zorzo, “Usability Evaluation of Domain-Specific Languages: A Systematic Literature Review,” vol. 10271, pp. 522-534, 2017.

[9]     L. Punchoojit and N. Hongwarittorrn, “Usability Studies on Mobile User Interface Design Patterns: A Systematic Literature Review,” Advances in Human-Computer Interaction, vol. 2017, pp. 1-22, 2017.

[10]   A. Følstad, “Users’ design feedback in usability evaluation: a literature review,” Human-centric Computing and Information Sciences, vol. 7, 2017.

[11]   S. Khodambashi and Ø. Nytrø, “Usability methods and evaluation criteria for published clinical guidelines on the web: A systematic literature review,” Communications in Computer and Information Science, vol. 713, pp. 50-56, 2017.

[12]   D. Yuniarto, A. Subiyakto, E. Firmansyah, D. Herdiana, M. Suryadi, and A. A. Rahman, “Integrating the Readiness and Usability Models for Assessing the Information System Use,” The 6th International Conference on Cyber and IT Service Management (CITSM 2018) Medan, August 7-9, 2018, 2018.

Dosen STMIK Sumedang

28 x dilihat
 

Tags: , ,